1. Menaruh Barang di Tempat yang Sama Setiap Kali
Pernah kehilangan kunci padahal baru saja memegangnya? Itu bukan karena pelupa, tapi karena barangnya tidak punya tempat tetap. Kebiasaan menaruh dompet, kunci, dan kacamata di satu lokasi yang sama menghilangkan waktu pencarian yang tidak perlu. Kamu tidak perlu mengingat-ingat, karena tangan dan matamu otomatis tahu ke mana harus mencari.
Mulai dari satu barang dulu. Setelah seminggu, otak akan terbiasa dan kamu akan merasa aneh kalau menaruhnya di tempat lain.
2. Membuat Daftar Tugas Malam Sebelumnya
Menulis tiga hal yang ingin kamu selesaikan besok malam ini terasa sederhana, tapi efeknya besar. Pagi hari sering kali jadi waktu paling kacau karena kita sibuk memikirkan apa yang harus dikerjakan. Dengan daftar yang sudah ada, kamu bisa langsung mulai tanpa ragu.
Batasi daftarnya maksimal lima item. Daftar yang terlalu panjang justru bikin malas dan akhirnya tidak dikerjakan sama sekali.
3. Memasak Sekali untuk Dua Kali Makan
Kebiasaan ini cocok buat kamu yang sering kehabisan ide makan siang. Saat memasak, sengaja buat porsi lebih banyak untuk disimpan sebagai bekal besok. Selain menghemat waktu, kamu juga mengurangi pengeluaran untuk makanan di luar.
Simpan dalam wadah yang rapi dan beri label tanggal agar tidak lupa. Dalam seminggu, kamu bisa menghemat beberapa jam yang biasanya dipakai untuk memesan makanan atau memasak ulang.
4. Mengelompokkan Tugas Berdasarkan Lokasi
Kalau ada beberapa urusan di luar rumah, coba susun rutenya berdasarkan jarak. Misalnya, ambil paket di dekat kantor pos, lalu mampir ke minimarket yang searah. Ini mengurangi waktu di jalan dan menghemat bahan bakar.
Prinsipnya sederhana: lakukan hal-hal yang dekat secara bersamaan. Kamu tidak perlu bolak-balik ke area yang sama di hari berbeda.
5. Menunda Keputusan Kecil
Beberapa keputusan tidak perlu diambil saat itu juga. Misalnya, memilih restoran untuk makan malam nanti atau menentukan warna baju. Menunda keputusan kecil memberi otak ruang untuk hal yang lebih penting. Kamu bisa mengumpulkan beberapa keputusan kecil dan menyelesaikannya dalam satu waktu, misalnya saat sedang istirahat.
Kebiasaan ini melatih kita untuk membedakan mana yang mendesak dan mana yang bisa menunggu.
6. Membiasakan Diri Cek Sumber Informasi
Di tengah derasnya berita viral, kebiasaan mengecek sumber sebelum membagikan informasi bisa menghemat waktu dan menghindari rasa malu. Kamu tidak perlu jadi ahli, cukup lihat apakah beritanya berasal dari media yang jelas dan apakah ada tanggalnya. Untuk memahami kenapa kita mudah tertipu, ada baiknya membaca penjelasan tentang mengapa kita mudah tertipu berita viral. Kebiasaan ini juga membantumu menyaring informasi yang masuk ke grup chat keluarga.
Jika kamu sering menerima pesan spam atau panggilan tak dikenal, penting untuk tahu cara melaporkan nomor spam ke operator dan Kominfo agar tidak terus mengganggu.
7. Menyisihkan Waktu untuk Beres-beres Singkat
Luangkan 10 menit setiap hari untuk merapikan meja kerja atau area yang paling sering dipakai. Ini bukan tentang bersih-bersih total, melainkan mengembalikan barang ke tempatnya dan membuang sampah kecil. Dengan begitu, rumah tidak menumpuk pekerjaan besar di akhir pekan.
Lakukan di waktu yang sama setiap hari, misalnya sebelum tidur. Lama-lama ini menjadi ritual yang menenangkan.
Ringkasan
Ketujuh kebiasaan di atas tidak memerlukan alat khusus atau biaya besar. Mulailah dari satu atau dua yang paling mudah kamu lakukan. Setelah terbiasa, tambahkan yang lain. Efisiensi hidup sering kali datang dari hal-hal kecil yang dilakukan konsisten.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kebiasaan ini bisa langsung terasa efeknya?
Beberapa kebiasaan seperti menaruh barang di tempat tetap bisa terasa dalam beberapa hari. Yang lain, seperti membuat daftar tugas, mungkin butuh seminggu atau dua minggu untuk menjadi kebiasaan otomatis.
Bagaimana kalau saya lupa melakukannya?
Wajar saja. Coba tempel pengingat kecil di tempat yang sering kamu lihat, atau kaitkan kebiasaan baru dengan rutinitas yang sudah ada. Misalnya, menulis daftar tugas tepat setelah menyikat gigi malam.
Apakah semua orang cocok dengan kebiasaan ini?
Setiap orang punya ritme berbeda. Pilih kebiasaan yang paling relevan dengan keseharianmu. Kalau tinggal sendiri, mungkin memasak untuk dua kali makan lebih berguna. Kalau sering bepergian, mengelompokkan tugas berdasarkan lokasi bisa lebih membantu.